Featured Products

Vestibulum urna ipsum

product

Price: $180

Detail | Add to cart

Aliquam sollicitudin

product

Price: $240

Detail | Add to cart

Pellentesque habitant

product

Price: $120

Detail | Add to cart

PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN CARA MENCANGKOK (AIR LAYERAGE)



UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
LABORATORIUM PRODUKSI TANAMAN
LAPORAN PRAKTIKUM
NAMA                                    : BAYU GUSTI SAPUTRA
NIM                                        : 111510501152
GOLONGAN/KELOMPOK : SENIN/3
ANGGOTA                            : 1. SITI NURHIDAYATI        (111510501023)
                                                  2. BUDI REZQY N             (111510501128)
                                                  3. FAISHAL IRFANDI       (111510501147)
                                                  4. DWI HARTATIK             (111510501150)                                                     5. ANGGI RAHAYU W       (111510501153)
                                                  6. YULI ARISTA                (111510501154)
JUDUL ACARA                   : PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN CARA MENCANGKOK (AIR LAYERAGE)
TANGGAL PRAKTIKUM   :   12 MARET 2012
TANGGAL PENYERAHAN           :   16 APRIL 2012
ASISTEN                               : 1.  DEDY EKO S
                                                  2.  FRENGKY HERMAWAN
                                                  3.  MEIDA WULANDARI
                                                  4.  NOVITA FRIDA SAFATA
                                                  5.  HAIKAL WAHONO
                                                  6.  IFTITAH FIKA F
                                                  7.  AHMAD NUR H G A
                                                  8.  AKHMAD TAUFIQUL H
                                                  9.  DIYAH AYU S
                                                 10. FIKA AYU S
                                                 11. HERLINA PUTRI
                                                 12. RAAF LUQMAN SYAH
                                                 13. KIKI ULFANIAH

BAB 1.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Dalam kehidupan keseharian, tanaman melakukan beberapa aktivitas yang berguna dalam rangka mempertahankan hidup, seperti bernapas, berfotosintesis, respirasi, dan berkembang biak. Awal perkembangbiakan umumnya ditandai dengan perkecambahan dan tentunya di dalamnya terdapat struktur yang cukup rumit. Perkembangbiakan pada setiap tanaman tidaklah sama. Ada beberapa spesies tanaman yang berkembangbiak dengan cara generatif dan ada juga yang berkembangbiak dengan cara vegetatif. Perkembangbiakan baik secara vegetatif sebagian besar berasal dari salah satu bagian tanaman, misalnya berasal dari batang, akar, daun, dan lain-lain, atau bisa juga disebut bibit. Sedangkan perkembangbiakan secara generatif umumnya berasal dari biji.
            Membahas mengenai pembiakan tanaman, pada praktikum ini yang menjadi pembahasan yaitu pembiakan secara vegetatif. Ada beberapa cara pembiakan secara vegetatif yaitu dengan cara mencangkok, setek, okulai dan menyambung tanaman. Kali ini yang akan dibahas terlebih dahulu yakni pembiakan vegetatif dengan cara mencangkok.
               Mencangkok merupakan teknik pembiakan tanaman yang sudah dikenal sejak lama. Namun, melihat keadaan saat ini jarang sekali ditemukan orang-orang yang melakukan pembiakan secara mencangkok meskipun ada hanya terbatas pada orang-orang tertentu saja. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang cara mencangkok. Dalam mencangkok yang perlu diperhatikan dalam perlakuannya harus penuh kesabaran serta ketelitian supaya hasil cangkokan dapat berhasil dengan baik.
               Selain itu, dalam mencangkok dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, meliputi pemilihan batang yang sesuai untuk dicangkok dan teliti dalam pembersihan kambium, supaya nantinya dapat menghasilkan produk yang baik sesui dengan yang diinginkan. Pembiakan vegetatif secara mencangkok dilakukan bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan cepat menghasilkan.
           Namun demikian hasilnya sering mengecewakan pencangkokannya karena selalu mengalami kegagalan. Kegagalan ini dapat dilihat, pada bagian tanaman yang dikerat atau dilukai menjadi kering atau mati. Untuk menghindari kejadian itu diadakan pembaharuan cara mencangkok dan mencurahkan perhatian yang serius dengan kesabaran dan ketelitian yang lebih lagi sera senantiasa menjaga kelembapan media yang digunakan dalam mencangkok karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan akar.
            Perbanyakan vegetatif juga merupakan pekerjaan yang enjanjikan keuntungan lumayan. Maka tidak heran bila usaha ini sekarang sedah mulai diminati orang untuk dijadikan lahan baru. Bahkan sekarang pembiakan ini bisa divariasi sehingga mengahasilkan karya seni yang patut dikagumi. Karya seni seperti itu tidak hanya diterapkan pada tanaman buah-buaha saja, tetapi juga pada tanaman hias. Jadi, dapat dikatakan bahwa dalam aplikasinya antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lain akan mengalami perbedaan dalam berkembangbiakan yang disesuaikan dengan varietas dan jenisnya.
           
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan mempelajari cara mencangkok,dan untuk mengetahui  pertumbuhan akar cangkokan
2. Untuk mengetahui pengaruh media cangkokan terhadap pembentukan system perakaran.










BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Dalam kehidupan tanaman perlu pembiakan dalam rangka mempertahankan jenisnya dan peningkatan produksinya. Ada dua cara pembiakan tanaman ialah: (1) Secara generatif/reproduktif (secara kawin) dengan menggunakan benih (biji yang memenuhi persyaratan sebagai bahan tanaman; (2) Secara vegetatif (secara tak kawin) dengan menggunakan organ vegetatif  (Seputra,2000).
Mencangkok merupakan salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang
bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan
induknya dan cepat menghasilkan. Pencangkokan dilakukan dengan menyayat
dan mengupas kulit sekeliling batang, lebar sayatan tergantung pada jenis tanaman
yang dicangkok. Penyayatan dilakukan sedemikian rupa sehingga lapisan
kambiumnya dapat dihilangkan (dengan cara dikikis). Setelah luka yang dibuat
cukup kering, Rootone-F diberikan sebagai perlakuan agar bahan cangkokan cepat
berakar. Media tumbuh yang digunakan terdiri dari tanah dan kompos dan dibalut
dengan sabut kelapa atau plastik. Bila batang diatas sayatan telah menghasilkan
sistem perakaran yang bagus, batang dapat segera dipotong dan ditanam di lapang.
Berikut berapa hal yang mungkin perlu diperhatikan dan ditelaah dalam
melakukan pencangkokan tanaman adalah : (1) waktu mencangkok, sebaiknya
pada musim hujan karena tidak perlu melakukan penyiraman berulang-ulang, (2)
Memilih batang cangkok, pohon induk yang digunakan adalah yang umurnya
tidak terlalu tua atau terlalu muda, kuat, sehat dan subur serta banyak dan baik
buahnya, (3) Pemeliharaan cangkokan, pemeliharaan sudah dianggap cukup bila
media cangkokan sudah cukup dalam kondisi lembab sepanjang waktu
(Abidin ,2001).
Jumlah pohon induk yang terbatas menyebabkan hasil perbanyakan tidak banyak. Teknik cangkok menyebabkan tajuk pohon induk rusak dan memerlukan waktu lama. Sementara untuk pengembangannya, diperlukan jumlah bibit banyak dalam waktu serempak. Oleh karena itu perlu dicari alternatif pemecahan masalah pengadaan bibit jeruk dalam jumlah yang besar dan waktu yang singkat (Suharjianto,2011).
Ada kalanya, dipilih cara mencangkok apabila pohon yang akan dicangkok tidak dapat diperbanyak dengan pembiakan vegetatif lainnya yang lebih mudah, misalnya dengan stek. Jenis-jenis tanaman yang biasa dicangkok adalah pohon buah-buahan misalnya: mangga, beberapa jenis jeruk (jeruk besar, jeruk nipis, jeruk manis dan jeruk siem), berbagai jenis jambu (jambu biji, jambu air dan jambu monyet), delima, belimbing manis, lengkeng dan sebagainya. Selain tanaman buah-buahan, beberapa tanaman hias juga bisa dicangkok misalnya: bunga sakura, kemuning, soka, musa indah, bougenvil, cemara dan sebagainya (Koesriningsih,2001).
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tanaman induk cangkokan adalah sebagai berikut : (1). Pohon induk tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda; (2) Pohon induk telah berbunga (untuk tanaman hias) dan telah berbuah sedikitnya tiga kali (untuk tanaman buah-buahan);(3). Pohon nampak kuat dan subur; (4). Sehat, tidak terserang hama dan penyakit; (5). Pohon harus bercabang banyak. Cabang yang baik untuk dicangkok adalah cabang yang ukurannya tidak terlalu besar, kira-kira sebesar kelingking atau pensil dengan syarat batang atau cabang tersebut berkulit mulus dan berwarna coklat muda. Bentuk cabang yang baik adalah tegap dan mulus. Cabang yang berwarna coklat muda akan lebih cepat terbentuk kalus dan akar. Panjang cabang cangkokan antara 20 – 30 cm, kalau terlalu panjangakan mengalami kesulitan pada waktu penanaman dilapangan (Widiarsih, 2008).
Sebelum melakukan pencangkokan, dilakukan pemilihan cabang pohon yang akan dicangkok. Cabang pohon yang dipilih adalah cabang autotrop yang telah berkayu dengan ukuran diameter batang ± 3 cm. Selanjutnya pencangkokan dapat dimulai dengan menyayat kulit batang dan mengerik kambiumnya sepanjang 5 – 10 cm. Kemudian sayatan tersebut dikeringkan selama 2 hari sampai permukaan sayatan tidak bergetah lagi. Setelah kering, sayatan diolesi hormon tumbuh yang berbentuk pasta dan selanjutnya dibungkus dengan media sesuai dengan rancangan penelitian. Media ditutup dengan plastik transparan, dan diikat dengan tali pada bagian atas, bawah dan tengah dari cangkok (Putri,2007).
Pengamatan mulai dilakukan setelah timbulnya akar sampai cangkok siap untuk disapih. Metode pencangkokkan pada sellulosa melibatkan pembentukan situs aktif pada sellulosa yang dapat merupakan radikal (makroradikal) bebas atau ion-ion. Radikal bebas atau ion-ion ini menginisiasi reaksi polimerisasi monomer vinil yang akan dicangkok kesellulosa sebagai polimer induk. Metoda untuk membentuk situs aktif yang dapat menginduksi reaksi kopolimerisasi pencangkokkan pada sellulosa dapat diklasifikasikan menjadi dua yakni metode kimia danfisika. Dengan metode kimia, radikal terbentuk pada PE akibat abstraksi atom hidrogen oleh radikal inisiator seperti BPO (dibenzoyl peroxide), AIBN (azobisisobutyronitrile), atau bahan pengoksidasi seperti garam cerium. Struktur kimia dari monomer yang tercangkok ke sellulosa akan mempengaruhi sifat-sifat dari sellulosa tercangkok seperti karakter hidrofilik dan hidrofob, peningkatan elastisitas, daya absorbsi terhadapzat warna dan air, kemampuan sebagai penukar ion dan ketahanan terhadap panas (Ginting dkk,2010).
Dalam rangka penyediaan materi untuk kegiatan penanaman baik dalam rangka penelitian maupun kegiatan penanaman di lapangan, dapat dilakukan pembibitan secara vegetatif. Teknik yang dapat dilakukan adalah :
Teknik mencangkok (air layering)
Tujuan pencangkokan adalah untuk mendapatkan anakan/bibit untuk pembangunan bank klon, kebun benih klon, kebun persilangan, karena dengan teknik ini bibit yang dihasilkan bersifat dewasa sehingga lebih cepat berbunga/berbuah. Pencangkokan dilakukan pada pohon-pohon plus yang telah dipilih di kebun benih. Penggunaan teknik mencangkok dilakukan dalam rangka penyediaan materi untuk bank klon, kebun persilangan dan kebun benih klon.
Bahan dan peralatan yang digunakan antara lain media cangkok (moss cangkok, top soil dan kompos), bahan pembungkus cangkok dari polibag hitam, tali rafia, zat pengatur tumbuh akar, insektisida, pita label, spidol permanen, pisau cangkok, parang, gergaji tangan dan alat tulis. Pembuatan cangkokan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
1. Penyiapan media cangkok terdiri atas campuran antara moss cangkok, top soil dan kompos. Sebelum digunakan media disiram dengan air sampai cukup kelembabannya, serta ditaburi insektisida secukupnya supaya media tidak dijadikan sarang semut dan membunuh hama uret.
2. pemilihan cabang yang sehat dengan diameter rata-rata 2 cm - 4 cm.Cabang dikerat sepanjang 5 cm dengan menggunakan pisau cangkok, kulit cabang dikelupas danbagian kambiumnya dibersihkan dengan cara dikerik dan dibiarkan beberapa menit. Posisi keratankulit sekitar 30 cm dari pangkal cabang. Setelah itu bagian sayatan diolesi dengan larutan ZPT untuk memacu pertumbuhan akar.
3. Menutup luka sayatan pada cabang dengan campuran media yang telah disiapkan, kemudian ditutup dengan polibag hitam dan diikat dengan tali rafia sehingga media cangkok stabil. Bagian pembungkus cangkok dilubangi agar memudahkan masuknya air atau keluarnya akar ketika cangkok telah berakar dengan baik.
4. Memberi label yang berisi tanggal pencangkokan, perlakuan dan pelaksana.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada kegiatan pencangkokan antara lain :
(a)Pencangkokan sebaiknya dilakukan pada musim hujan sehingga akan membantu dalam menjaga kelembaban media sampai berakar. (b) Pengambilan cangkok dilakukan setelah cangkok berumur 2 - 3 bulan. Pemotongan cangkok menggunakan gergaji kemudian diturunkan secara hati-hati. Cangkok yang terlalu panjang dipotong sebagian dan daunnya dikurangi untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar. (c) Cangkok yang telah dipisahkan dari pohon induknya segera ditanam (aklimatisasi) pada media campurantanah dengan kompos/pupuk kandang (3:1). Kegiatan ini dilakukan di persemaian yang diberi naungan dengan intensitas cahaya lebih dari 50%. Pemeliharaan cangkok di persemaian dilakukan sampai bibit siap ditanam di lapangan. Biasanya setelah 3 bulan cangkok telah memiliki perakaran yanag kompak dan siapdipindahkan ke lapangan.d. Pembuatan cangkok pada satu pohon tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak, karena akan mengganggu atau merusak pohon tersebut
(Hamdan dkk ,2007).





BAB 3. METODOLOGI
3.1 Tempat dan Waktu
Praktikum Pembiakan Tanaman I dengan acara Pembiakan Vegetatif dengan Cara Mencangkok (Air Layerage) dilaksanakan pada hari senin, 12 Maret 2012  pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Fakultas Pertanian, Universitas Jember.
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1.Pisau tajam (cutter)
2.Timba
3.2.2 Bahan
1. Tanaman kamboja jepang merah (Adenium sp.)
2. Tali rafia
3. Serabut kelapa
4. Plastik
5. Pupuk kompos
6. Pupuk kandang
3.3 Cara Kerja
1.  Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan.
2.  Memilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
3. Menyayat atau menghilangkan kulit dan kambium pada batang atau cabang tersebut sepanjang ± 10 cm.
4.  Memberi media pada bagian yang luka secukupnya dengan pupuk kandang dan kompos, kemudian menutup dengan serabut kelapa dan plastik.
5.  Menjaga kelembapan media dengan cara menyiram air.


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1    Hasil

No
Perlakuan
Kel
Parameter Pengamatan
Jumlah Akar
Panjang Akar
1
Plastik
Kompos
1
-
-
3
-
-
5
35
2,8 cm
Kandang
1
-
-
3
7
0,3 cm
5
-
-
2
Serabut
Kelapa
Kompos
2
-
-
4
7
1 cm
6
-
-
Kandang
2
-
-
4
-
-
6
1
0,5 cm


4.2    Pembahasan
Mencangkok merupakan salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang   bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan cepat menghasilkan. Teknik ini menitik beratkan pada pertumbuhan akar yang muncul pada jaringan meristem pada batang. Mencangkok sangat memerlukan perhatian, kesabaran, dan ketelitian tinggi agar nantinya hasil pertumbuhan akar pada batang yang dicangkok bisa maksimal dan baik jika ditanam pada media lainnya.  Pada praktikum acara ini akan dipelajari begaimana cara mencangkok dalam kaitannya dengan pengaruh media cangkokan terhadap pembentukan sistem perakaran.
Proses pembentukan akar pada cangkokan dimulai dari pembengkakan hasil fotosintesis yang tertimbun karena jaringan floem yang mengangkut hasil fotosintesis tersebut terputus akibat sayatan dan pembersihan kambium-kambium pada batang, sehingga lama-kelamaan glukosa yang tertimbun tersebut akan tumbuh akar karena dipacu oleh rottone dan media untuk pertumbuhan akar seperti kompos dan pupuk kandang serta kelembaban yang setiap hari disiram.
Tumbuhnya akar pada bagian yang tidak kita inginkan disebabkan karena diseluruh bagian tanaman terdapat simpanan dari hasil fotosintesis misalnya, didalam daun, akar, maupun batang. Sehingga dengan adanya media dapat memacu karbohidrat akan memecah molekul-molekulnya sehingga dapat tumbuh akar pada bagian tanaman yang diberi media tersebut. Pada praktikum ini digunakan media pupuk kandang dan kompos dengan perlakuan penutupan plastik dan serabut kelapa. Berdasarkan data hasil pengamtan selama kurang lebih 1 bulan maka dapat diperoleh grafik sebagai berikut :
   Dari data diatas diperoleh hasil pengamatan, bahwa perlakuan cangkok dengan penggunaan  plastik media kompos hanya berhasil pada kelompok 5 saja, dengan jumlah akar 35 dan rata-rata panjang akarnya adalah 2,8 cm. Pada perlakuan cangkok penggunaan plastik dengan media pupuk kandang hanya berhasil pada kelompok 3 dengan jumlah akar sebanyak 7 dan rata-rata panjang akarnya  0,3 cm. Sedangkan perlakuan cangkok penggunaan serabut kelapa media kompos hanya kelompok 4 yang berhasil dengan jumlah akar 7 dan rata-rata panjang akar 1 cm. Untuk penggunaan serabut kelapa media pupuk kandang hanya kelompok 6 yang berhasil dengan jumlah akarnya 1 dan rata-rata panjang akarnya 0,5 cm.
Berdasarkan hasil dari data diatas tingkat keberhasilan cangkok sangat rendah, hanya beberapa cangkok saja yang dapat tumbuh akarnya, bahkan cangkok yang berhasil jumlah akarnya masih sedikit dan pendek. Hal itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor baik dalam maupun luar. Tetapi masih dapat diketahui tingkat keberhasilan tertinggi pada tanaman cangkok adalah pada perlakuan cangkok yang ditutupi plastik dengan menggunakan media kompos. Hal ini terjadi karena pada media kompos mengandung berbagai macam unsur hara organik yang sangat dibutuhkan berbagai macam tanaman, termasuk juga tanaman mangga. Kompos telah terdekomposisi secara sempurna sehigga unsur hara didalamnya lebih lengkap dan mudah diserap tanaman daripada media pupuk kandang.
Hal lain yang menjadi pertimbangan mengapa kompos mampu memberikan hasil yang maksimal adalah, kompos memiliki sifat yang ringan, dan mudah ditembus akar, serta mampu menyimpan air dalam jangka waktu yang relativ lama. Sehingga  pada akhir pengamatan, dengan menggunakan kompos, hasil jumlah akar yang tumbuh dan panjang akar menunjukkan hasil yang tertinggi dari semua perlakukan yang diberikan. Faktor lain yang turut mendukung tingginya jumlah dan panjang akar pada perlakuan plastik dan kompos, adalah perlakuan dengan pembungkusan media oleh plastik itu sendiri. Kita ketahui bersama bahwa plastik mampu membuat agar tanah tetap memadat pada batang cangkokan sehigga dapat mengunci air untuk membantu menjaga ketersediaan air pada media. Hal-hal inilah yang menyebabkan mengapa pada perlakuan kedua, yakni pemberian media kompos yang dibungkus plastik, mampu menghasilkan hasil yang paling tinggi.
Tidak berbeda dengan perlakuan penggunaan plastik dan media kompos, data lain menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan perlakuan plastik dan pupuk kandang. Pada akhir pengamatan, tercatat 7 akar tumbuh dengan panjang rata-rata 0,3 cm. Data ini didapatkan pada perlakuan plastik media kandang. Pupuk kandang memiliki struktur yang remah dan relatif lunak, sehingga akar tanaman mampu menembus setiap partikel yang ada dalam pupuk kandang dengan mudah dan dapat berkembang memanjang dengan maksimal. Selain itu, media pupuk kandang, memiliki kandungan hara dan mineral yang cukup tinggi seperti pada kompos. Sebab,pada dasarnya pupuk kandang berasal dari bahan-bahan organik alami yang sangat baik bagi keperluan asupan hara tanaman. Sehingga boleh dikatakan, media pupuk kandang dan kompos hampir memiliki keunggulan yang sama, tetapi pada praktikum ini tingkat keberhasilan tertinggi adalah dengan penggunaan media kompos.
Untuk memperoleh hasil cangkokan yang baik, sesuai dengan yang kita harapkan maka perlu diperhatikan faktor-faktor pendukung dan penghambat pada saat mencangkok. Adapun faktor-faktor pendukung pada proses pencangkokan yaitu apabila kita memperhatikan dan benar-benar menerapkan beberapa hal yang perlu dilakukan pada saat mencangkok, diantaranya yaitu:
1.      Waktu mencangkok,
Sebaiknya pada musim hujan karena tidak perlu melakukan penyiraman berulang-ulang,
2.      Memilih batang cangkok,
Batang induk yang digunakan adalah yang umurnya tidak terlalu tua atau terlalu muda, kuat, sehat dan subur serta banyak dan baik buahnya.
 3. Pemeliharaan cangkokan, pemeliharaan sudah dianggap cukup bila media cangkokan sudah cukup dalam kondisi lembab sepanjang waktu. Apabila beberapa faktor tersebut kita abaikan maka akan dapat mengganggu atau menghambat proses pencangkokan, terutama pada saat pembentukan perakaran pada cangkokan.
Persyaratan utama yang harus dipenuhi pada pembiakan tanaman secara cangkok adalah pemilihan batang cangkokan. Pemilihan batang cagkokan sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan cangkok. Hal tersebut karena batang yang disayat akan dijadikan komponen utama pertumbuhan tanaman baru. Batang cangkokaan harus dipilih yang sempurna yaitu tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, batang tampak kuat dan subur, batang tidak terserang hama dan penyakit, batang memiliki cabang dan menghadap lurus keatas atau miring maksimal 450.
 Pemilihan batang muda yang telah tumbuh sempurna tetapi tidak terlalu tua sangat penting , karena berhubungan dengan metabolisme dan fisiologi tumbuhan. Batang yang terlalu muda proses transport fotosintesisnya rendah, batang tidak kuat dengan berbagai gangguan contoh angin, tidak mempunyai banyak daun sehingga fotosintesisnya rendah. Sedangkan menghindari batang terlalu tua agar tidak diperoleh batang yang telah lapuk, produksinya telah menurun, terlalu banyak cabang, ranting dan daun serta terlalu banyak mengandung kambium.
Jadi kriteria batang cangkokan yang baik adalah sebagai berikut :
1.      Batang cangkokan induk tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda;
2.      Batang cangkokan induk telah berbunga (untuk tanaman hias)
3.      Batang cangkokan nampak kuat dan subur.
4.      Batang sehat, tidak terserang hama dan penyakit.
5.      Batang cangkokan harus bercabang.
6.      Batang yang baik untuk dicangkok adalah batang yang ukurannya tidak terlalu besar,
7.      Batang atau cabang tersebut berkulit mulus dan berwarna coklat muda. Bentuk cabang yang baik adalah tegap dan lurus keatas.
8.      Batang yang berwarna coklat muda akan lebih cepat terbentuk kalus dan akar.










BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
            Berdasarkan praktikum tersebut dapat diperoleh beberapa kesimpulan, diantaranya :
1.      Mencangkok merupakan teknik pembiakan tanaman secara vegetatif yang  dilakukan untuk mendapatkan tanaman baru yang memiliki sifat sama dengan induknya, dalam jumlah yang banyak dan dengan waktu yang relatif lebih singkat.
2.      Hal terpenting dalam mencangkok adalah pemilihan batang cangkokan yang memenuhi berbagai kriteria.
3.      Media kompos adalah media yang paling cocok diterapkan pada teknik pembiakan tanaman cangkok dikarenan kompos  mempunyai sifat ringan, mudah ditembus akar, dapat menyimpan air dalam jangka waktu yang lama, banyak mengandung unsur hara dan mineral, serta mudah di dapat.

3.2  Saran
Praktikan harus lebih mengutamakan sterilitas dari alat, bahan tanam (eksplant) dan lingkungan kerja agar tingkat keberhasilan kultur jaringan lebih tinggi. 












DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z. 2001. Dasar-dasar Tentang Perkembangbiakan Vegetatif. Bandung :
         Angkasa Pustaka.

Adinugraha,dkk. 2007. Teknik Perbanyakan Vegetatif Jenis Tanaman Acacia mangium sp. Jurnal Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Vol.5 (2) : 1-6.

Ginting, Irwan. 2010. Kopolimerisasi Cangkok (Graft Copolymerization) N-Isopropilakrilamida Pada Film Selulosa yang Diinduksi oleh Sinar Ultraviolet dan Karakterisasinya. Jurnal Makara Sains. Vol.14 (1):1-6.

Koesriningsih R. dan Haryati, S. S. 2001. Pembiakan Vegetatif. Bogor: Departemen Agronomi Fakultas Pertanian IPB

Putri,K.P,dkk. 2007. Pengaruh Media dan Hormon Tumbuh Akar Terhadap Keberhasilan Cangkok Ulin. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. Vol.4 (2) 069 – 118.

Sahari,P dan Sunu,P. 2009. Teknik Perbanyakan Tanaman Sirih Merah (Piper crocatum) Secara  Cangkok. Jurnal Agribisnis Hortikultura dan Arsitektur Pertamanan UNS. Vol.7 (1) 01– 33.

Seputra, D. D. 2000. Aneka Cara Memperbanyak Tanaman. Jakarta: Gramedia













LAMPIRAN FOTO ACARA “PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN CARA MENCANGKOK (AIR LAYERAGE)” minggu ke-3
Gambar 1. Pohon mangga yang dicangkok.





Gambar 2. Cangkok + media pupuk kompos







Gambar 3. Cangkok  + media pupuk kandang






2 Response to "PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN CARA MENCANGKOK (AIR LAYERAGE)"

agus fatoni mengatakan...

assalamualaikum,,,
mas izin baca buat tambahan referensi...
terimakasih

agus fatoni mengatakan...

assalamualaikum,,,
mas izin baca buat tambahan referensi...
terimakasih

Poskan Komentar