Featured Products

Vestibulum urna ipsum

product

Price: $180

Detail | Add to cart

Aliquam sollicitudin

product

Price: $240

Detail | Add to cart

Pellentesque habitant

product

Price: $120

Detail | Add to cart

LAPORAN PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN CARA PENYAMBUNGAN (GRAFTING)



UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
LABORATORIUM PRODUKSI TANAMAN
LAPORAN PRAKTIKUM
NAMA                                    : BAYU GUSTI SAPUTRA
NIM                                        : 111510501152
GOLONGAN/KELOMPOK : SENIN/3
JUDUL ACARA                     : PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN CARA PENYAMBUNGAN (GRAFTING)
TANGGAL PRAKTIKUM   :  5 MARET 2012
TANGGAL PENYERAHAN           :  2 APRIL 2012
ASISTEN                               : 1.  DEDY EKO S
                                                  2.  FRENGKY HERMAWAN
                                                  3.  MEIDA WULANDARI
                                                  4.  NOVITA FRIDA SAFATA
                                                  5.  HAIKAL WAHONO
                                                  6.  IFTITAH FIKA F
                                                  7.  AHMAD NUR H G A
                                                  8.  AHMAD TAUFIQUL H
                                                  9.  DIYAH AYU S
                                               10. FIKA AYU S
                                                11. HERLINA PUTRI
                                                 12. RAAF LUQMAN SYAH
                                                 13. KIKI ULFANIAH








BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam pembiakan atau penggandaan tanaman dapat kita kenal salah satu metodenya yaitu penyambungan. Penyambungan dapat mempunyai arti lain dari pada pembiakan vegetatif lainnya, di karenakan ketika tanaman yang tidak dapat dibiakan secara cangkok, stek, merunduk atau lainnya dapat di lakukan metode penyambungan, karena hanya dengan metode penyambungan inilah tanaman tesebut dapat di biakkan. Seperti pada berbagai tanaman buah-buahan yang tidak dapat diperbanyak dengan cara stek, runduk, anakan dan cangkok, tetapi mudah di lakukan penyambungan (enten) dan penyusunan, adalah suatu cara menyambung potongan suatu tanaman pada batang yang telah berakar dari suatu tanaman lain. misalnya pada manggis, blimbing, dan lain sebagainya. Dilakukannya penyambungan itu pun harus mempertimbangkan beberapa faktor, faktor-faktor tersebut baik yang dating dari tanaman itu sendiri seperti hubungan kekerabatan antara tanaman yang digunakan sebagai batang atas dengan tanaman ynag digunakan sebagai batang bawah. Dan faktor lain yang harus dipertimbangkan juga adalah faktor lingkungan dan  faktor pelaksanaan yang mencangkup pemotongan dan pemeliharaan sambungan.
Jadi pada proses penyambungan merupakan salah satu jenis alternatif yang dapat dilakukan ketikan tanaman tidak dapat di kembangbiakan secara vegetatif selain penyambungan itu sendiri. Karena apabila proses penyambungan tidak di lakukan maka regenerasi bagi tanaman tersebut tidak dapat dilakukan, sehingga dapat mengakibatkan kepunahan secara cepat dari pada tanaman tersebut.
Proses penyambungan ini juga merupakan warisan budaya dari leluhur kita, di karenakan keberadaan proses ini tidak memerlukan cara yang rumit serta alat dan bahannya pun dapat mudah di temukan serta murah. Oleh karena itu proses pembiakan jenis ini dapat di pilih sebagai solusi ketika perekonomian pas-pasan dan tidak di mungkinkannya tanaman untuk di biakan dengan cara lain selain menyambung itu sendiri.
Pembiakan tanpa kawin adalah cara pembiakan yang akan menghasilkan tanaman yang sama persis secara genetik dengan induknya.  Pembiakan dengan cara tersebut, biasa dilakukan orang untuk memperbanyak suatu varietas secara mudah dan cepat.  Setek dan cangkok, adalah perbanyakan untuk secepatnya mendapatkan tanaman dengan tajuk yang lebat, tetapi cara ini tidak cepat menghasilkan caudex atau bonggol yang besar dan indah.  Untuk menghasilkan tanaman adenium dengan caudex atau bonggol yang besar dan indah, serta menghasilkan tajuk yang identik dengan induknya, maka ditempuh dua cara perbanyakan, yaitu perbanyakan dari biji untuk menghasilkan tanaman dengan bonggol yang indah, dan selanjutnya dilakukan cara grafting untuk mendapatkan tajuk tanaman yang identik sifat atau karakteristiknya dengan induk yang dikehendaki .

1.2 Tujuan
1.        Untuk mengetahui dan mempelajari cara-cara penyambungan.
2.        Untuk mengetahui pengaruh perlakuan pengurangan daun terhadap keberhasilan penyambungan tanaman.


 



BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Pembiakan vegetatif adalah suatu metode perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian tanaman itu sendiri (bagian-bagian vegetatif yakni akar, batang dan daun) tanpa melibatkan proses pembuahan sehingga sifat tanaman induk dapat dipertahankan dan diturunkan ke tanaman anakan (Hartman dan Kester 1983). Salah satu teknik pembiakan vegetatif adalah grafting, yaitu suatu seni menyambung bagian dari satu tanaman (sepotong pucuk) ke bagian tanaman lain (rootstock) sedemikian rupa sehingga tercapai persenyawaan dan kombinasi ini terus tumbuh membentuk tanaman baru (Mahlstede dan Haber 1957; Hartman dan Kester 1978). Pembiakan vegetatif dengan grafting memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan pembiakan generatif. Salah satu keuntungan dari grafting ialah banyak digunakan untuk produksi bibit yang akan ditanam di kebun benih dan bermanfaat untuk penyelamatan kandungan genetik tanaman (Sukendro, 2007).
Menyambung atau enten, yang telah di kenal dan dipraktikan sejak beberapa abad, adalah suatu cara menyambung potongan suatu tanaman pada batang yang telah berakar dari suatu tanaman lain. Beberapa cara pembiakan aseksual lain, pada potongan yang disambungkan tidak terjadi regenerasi organ-organ baru tetapi merupakan suatu kesatuan dengan batang yang berakar tadi. Batang berakar tempat potongan di sambungkan di sebut tanaman bawah. Akar kadang-kadang juga digunakan sebagai tanaman bawah. Potongan-potongan yang disambungkan disebut tanaman atas, atau tunas okulasi. Seluruh bagian atas dari tanaman bawah dibuang dan digantikan dengan tunas okulasi atau tanaman bawah. Banyak jenis tanaman buah-buahan yang sukar di perbanyak dengan setek, runduk, anakan dan cangkok, tetapi mudah di perbanyak dengan penyambungan dan penyusunan, misalnya pada manggis, belimbing dan sebagainya (Rahardja, 2003 ).
Pertautan sambungan juga ditentukan kompatibilitas antara batang bawah dan entris sebagai batang atas. Dari hasil pengamatan tidak terlihat adanya gejala inkompatibilitas antara batang bawah dengan batang atas. Menurut Rochimin dan Harjadi (1973) bahwa inkompatibilitas adalah keadaan kegagalan batang atas dan batang bawah membentuk pohon gabungan. Menurut Harmann dkk., (1997) gejala-gejala inkompatibilitas diantaranya adalah kegagalan membentuk sambungan dalam persentase yang tinggi, daun menguning, pertumbuhan vegetatif menurun, mati pucuk dan tanaman merana, tanaman mati belum pada waktunya, perbedaan nyata dalam kecepatan tumbuh atau ketegapan tumbuh antara stock (batang bawah) dan scion (batang atas), dan perbedaan pertumbuhan pada sebagian batang atas atau sebagian batang bawah sambungan (Hamid, 2011).
Penyediaan bahan tanaman unggul dan bermutu pada tanaman jambu mete dapat dilakukan melalui perbanyakan secara vegetatif dengan teknik sambung pucuk (grafting). Teknik tersebut merupakan alternatif terbaik saat ini dalam menyediakan bahan tanaman jambu mete (Pitono 1997). Sambung pucuk adalah teknik perbanyakan tanaman dengan menggabungkan batang bawah dari pohon induk terseleksi dan adaptif di daerah setempat dengan batang atas darivarietas unggul hasil penelitian yang berproduksi tinggi. Keberhasilan penelitian sambung pucuk telah banyak dilaporkan (Saefudin, 2009).
Berdasarkan hasil penelitian, penyambungan batang bawah dari pohon indukterseleksi pada suatu daerah dengan batang atas dari varietas unggul produksi tinggi memberikan tingkat keberhasilan 65,90% (Lukman et al. 2003). Bila dilakukan di rumah kaca, keberhasilan penyambunganmencapai 81% (Pranowo dan Saefudin 2009), dan meningkat menjadi 86,40% jika penyambungan dilakukan pada pukul 8.00–11.00 (Zaubin dan Suryadi 2002). Untuk mendukung pengembangan teknologi sambung pucuk, perlu dibangun kebun entres dari varietas unggul sebagai sumber batang atas. Teknologi sambung pucuk dapat menghasilkan bahan tanaman unggul dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat di daerah pengembangan jambu mete (Saefudin, 2009).
Dalam menyambung, perlu diperhatikan bahwa daerah kambium tanaman bawah letaknya harus sangat dekat dengan kambium tanaman atas. Atau juga dapat di artikan sebagai kambium antar kedua sambungan antara tanaman atas dan tanaman bawah menempel satu sama lain, akan tetapi dalam praktiknya hal ini jarang sekali terjadi. Baik tanaman bawah maupun tanaman atas membentuk kakus. Jaringan kakus dari kedua tanaman tersebut akan bertemu, bersatu dan membentuk kambium baru dengan jalan mempersatukan antar kedua kambium, yaitu kambium dari tanaman bawah dan kambium dari tanaman atas. Dari sumberkambium tersebut maka akan menghasilkan bahan makanan, air, dan mineral secara kontinyu antara tanaman bawah dan tanaman atas yaitu tanpa gangguan (Adinugraha, 2007).
            Pada tanaman buah-buahan, pembiakan vegetatif adalah cara yang tepat untuk memperoleh bibit bermutu, khususnya sambung pucuk (grafting). Adapun kelebihan bibit dari hasil perbanyakan vegetatif dibanding cara generatif (biji) adalah : (1) umur berbuah lebih cepat. (2) Aroma dan cita rasa buah tidak menyimpang dari sifat induknya. (3) diperoleh individu baru dengan sifat unggul lebih banyak, misalnya batang bawah (rootstock) yang unggul perakarannya disambung dengan batang atas (entris, scion) yang unggul produksi buahnya dan bahkan dapat divariasikan (Mahfudz dkk., 2001) dan Rukmana (1999). 296 Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam memproduksi bibit dengan metode grafting yaitu (1) faktor tanaman (genetik, kondisi tumbuh, panjang entris). (2) faktor lingkungan (ketajaman/kesterilan alat, kondisi cuaca, waktu pelaksanaan grafting (pagi, siang, sore hari), dan (3) faktor keterampilan orang yang melakukan grafting (Tirtawinata, 2003; Tambing, 2004). Panjang entris berkaitan dengan kecukupan cadangan makanan/energi untuk pemulihan sel-sel yang rusak akibat pelukaan, makin panjang entris diharafkan makin banyak pula cadangan energinya. Sedang kondisi cuaca atau waktu pelaksanaan grafting berkaitan dengan tingginya laju 297 (Tambing, 2008).
Menyambung yang paling berhasil diperoleh jika dilakukan antara dua tanaman yang berkerabat dekat, biasata antar satu spesies. Bagaimanapun juga, bahkan yang hubungan kekeluargaannya dekat, sering kali tidak berhasil menyatu dan sambungan tidak berlangsung. Sekalipun demikian, menyambunga antar spesies yang berbeda dalam satu famili tidak jarang dilakukan, seperti pada tanaman tomat yang disambung pada takokak. Sebagai contoh, tomat pada kentang, salada dan kol; menyambung antar famili yang berbeda juga pernah berhasil (Rahardja, 2003).
BAB 3. METODOLOGI

3.1 Tempat dan Waktu
Praktikum Pembiakan Tanaman I dengan acara Pembiakan Vegetatif dengan Cara Penyambungan (Grafting) dilaksanakan pada hari senin, 05 Maret 2012  pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Fakultas Pertanian, Universitas Jember.
3.2 Bahan dan Alat
3.2.1        Bahan
1.    Kamboja jepang warna merah (Adenium Sp)
2.    Plastik pengikat (pembungkus es lilin)

3.2.2 Alat
1.    Pisau atau cutter
2.    Timba
3.    Kertas label

3.3 Cara Kerja
1.    Menyiapkan bahan tanam yang akan digunakan sebagai batang bawah dan batang atas serta alat yang diperlukan.
2.    Memilih batang atas sebesar batang bawah dan membuat perlakuan sebagai berikut:
a.       Batang atas daunnya dibuang
b.      Batang atas daunnya tidak dibuang dengan menyisakan  2 daun lebih
3.    Memotong batang bawah 3-5 cm di atas leher bonggol, kemudian membuat sayatan celah berbentuk huruf V ke arah bawah sepanjang 1- 1,5 cm.
4.    Memotong dan membuat sayatan batang atas berbentuk baji (lancip) sepanjang 1- 1,5 cm.
5.    Menyisipkan batang atas (entres) ke dalam celah batang bawah.

6.    Membalut sambungan dengan tali rafia atau plastik mulai dari bawah ke atas.
7.     Mengerudungi bidang sambungan dengan kantong plastik taransparan dan meletakkan di tempat teduh sekitar 3 minggu.
8.    Sambungan yang tumbuh akan muncul daun/ tunas baru.


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil
Berdasarkan praktikum tersebut diperoleh hasil berupa data pengamatan tentang keberhasilan teknik sambung.

Perlakuan
Model
Keberhasilan
Perubahan
Batang bawah
Batang atas
Daun Hilang
V
-
Busuk
Busuk
Baik
Baik
/
Baik
Baik
Batang coklat
Baik
Pengupiran
V
-
Busuk
Busuk
-
Busuk
Busuk
/
Baik
Baik
Baik
Baik
Daun Sisa 2
V
Baik
Batang coklat
Baik
Baik
V
Baik
Baik
Baik
Baik

Tabel hasil pengamatan sambung dengan teknik V dan Miring

Keterangan :
Hidup  =  (√)
Mati     = (-)

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini dibahas mengenai perkembangbiakan tanaman secara vegetatif dengan teknik grafting atau sambung pucuk. Grafting merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif buatan. Grafting atau penyambungan dapat diartikan sebagai teknik menyambung dua jaringan tanaman hidup sehingga keduanya bergabung menjadi suatu individu baru. Prosedur penyambungan yang pertama adalah memilih batang tanaman yang akan digunakan sebagai batang bawah dan batang atas tanaman. Hal ini dikarenakan dapat mempengaruhi pertumbuhan dari hasil penyambungan, dimana batang atas yang seharusnya dipakai adalah batanag atas yang berasal dari pohon induk yang kuat dan bebas dari keabnormalan tumbuh dan hama penyakit, berbatang lurus serta berdiameter lebih dari 1 cm, berasal dari tanaman buah-buahan tanaman hias yang berkwalitas tinggi.Dan untuk tanaman bagiaan bawahnya diharapkan dari tanaman yang kekuatan perakarannya cukup dan tahan terhadap tanah yang tidak menguntungkan termasuk penyakit dalam tanah, mempunyai adaptasi yang baik, mempunyai kecepatan tumbuh yang sesuai dengan batang atas yang digunakan, dan tidak mengurangi kwalitas maupun kwantitas tanaman yang terbentuk sebagai hasil sambungan. Oleh karena itu keberhasilan dari teknik penyambungan sangat dipengaruhi oleh kompatibilitas antara dua jenis tanaman yang disambung. Pada umunya semakin dekat keakraban antar dua tanaman yang disambung maka presentasi keberhasilan dari penyambungan adalah tinggi.
 Keberhasilan grafting ditentukan pula oleh kecepatan terjadinya pertautan antara batang atas dan batang bawah. Pertautan ini ditentukan oleh proses pembelahan sel dan bergabungnya kambium pada bagian yang akan bertautan. Berkembangnya sel pada kambium sehingga kedua batang bisa menyatu dan menjadi individu sangat dipengaruhi oleh kuatnya ikatan dan keadaan suhu. Oleh karena itu mengikat sambungan sebaiknya dari bawah kemudian memutar keatas dan membuat ikatan batang tersebut benar-benar kuat. Selain itu untuk menjaga agar suhu lingkungan sambungan tetap terjaga dengan baik maka sambungan perlu ditutupi atau diberi sungkup plastik. Sungkup tersebut juga melindungi sambungan dari penguapan akibat sinar matahari, tetesan air hujan yang dapat merusak sambungan dan gangguan akibat hama penyakit tumbuhan. Dan salah satu penyebab  ada beberapa teknik sambungan yang gagal adalah suhu yang tidak menentu. Hal ini juga dapat mengakibatkan kegagalan, karena suhu sangat mempengaruhi penyambungan untuk mencegah pembusukan. Oleh karena itu, penggunaan sungkup pada teknik grafting sangat diperlukan.
Menyambung merupakan teknik mengembangbiakan tanaman secara vegetatif yang sudah umum diketahui. Pernyataan diatas didukung oleh beberapa ahli perkembangbiakan tanaman bahwa ada 119 teknik menyambung. Dari sekian banyak teknik tersebut dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok, yaitu Approach Grafting ( penyusuan) penyambungan dimana batang atas dan batang bawah masing-masing berhubungan dengan sistem perakaran masing-masing. Pada umumnya penyambungan Approach Grafting digunakan bila sukar untuk mengunakan tanaman dengan cara-cara lain, kemudian teknik sambung cara Inarching yakni penyambungan yang bisa dilakukan pada pohon-pohon tua yang dekat dasarnya dikelilingi oleh tanamanp muda. Dalam penyambungan ini dimaksudkan agar pohon yang tua tersebut dibantu pertumbuhannya dalam pengambilan zat-zat makanan oleh tanaman muda (sebagai batang bawah). Cara yang ketiga adalah dengan Bridge Grafting yakni penyambungan yang bermaksud menyatukan kembali atau menghubungakan kembali jaringan yang terpisah akibat kerusakan batang. Cara yang umum dilakukan adalah cara tatahan atau dengan cara saluran kerena sederhana dan sama rata.Sedangkan cara yang terahir adalah metode Detached Scion Grafting, Pada penyambungan ini hanya batang bawah yang berhubungan dengan akar dan batang atas diambil dari bagian tanaman lain yang lepas dari akarnya. Macam dari Detached Scion Grafting adalah sambung pucuk, sambung samping, dan sambung akar .
Pada praktikum kali ini teknik grafting yang digunakan adalah teknik grafting baji atau grafting V dan teknik grafting miring antara tanaman Adenium merah dan Adenium putih. Sambung baji (wedge grafting) merupakan teknik menyambung dengan membuat calon pangkal batang atas lancip seperti huruf V dan ujung batang bawah dibelah terbuka, pada praktikum ini calon batang atas adalah Adenium putih dan calon batang bawah adaah Adenium merah. Batang atas  dipotong kemudian pangkalnya diiris menyerong pada kedua sisinya, pengirisan harus sampai kebagian kayu batang. Bentuk irisan ini apabila diperhatikan akan berbentuk lancip. Calon batang atas yang telah diiris tadi dimasukkan ke celah batang bawah yang telah dibelah tadi. Teknik grafting selanjutnya yang digunakan dalam praktikum ini grafting miring.
Berbeda dengan teknik V, pada teknik miring pemotongan Adenium putih sebagai  calon batang atas dan Adenium merah calon batang bawah dibuat miring atau diagonal. Tahap awal membuat sambungan ini adalah dengan memilih calon batang atas yaitu tanaman muda, yang sudah tumbuh sempurna kemudian memotongnya kira-kira 15 - 22,5 cm. Kemudian memotongnya miring kurang lebih 3,75 - 5 cm dari pangkal potongan tadi. Begitu juga perlakuan pada calon batang bawah yang dipotong miring pada ujung batang. Kedua batang yang telah diiris dengan bentuk yang sama kemudian diikat dengan plastik. Cara pengikatan hasil sambungan dimulai dari bawah keatas. Agar sambungan ini tetap terjaga suhu dan keamanan sambungan maka sambungan ditutupi dengan sungkup plastik.
Berdasarkan data hasil praktikum tersebut persentase keberhasilan teknik penyambungan adalah 75 %. Terdapat tiga perlakuan berbeda yaitu daun hilang, pengupiran dan daun sisa dua, dan semuanya menggunakan teknik V dan miring sehingga total hasil sambungan adalah 12 tanaman. Perlakuan-perlakuan tersebut yang menjadi parameter pengamatan dalam praktikum grafting ini, sebenarnya apabila menurut literatur yang ada penyambungan akan leibih berhasil apabila sebagian daun dibuang atau di potong, akan tetapi dalam praktikum ini hasil yang didapat tidak demikian . Pada perlakuan daun hilang teknik V keberhasilan sambungan mencapai 50% dan pada teknik miringnya keberhasilan penyambungan 90%, karena terdapat batang tanaman yang mulai berubah berwarna coklat. Untuk perlakuan pengupiran hanya teknik miring yang berhasil 100%, karena semua hasil sambungan teknik miring batang tanaman berhasil melekat dan tidak terlihat gejala layu pad kedua batang. Sedangkan pada perlakuan daun sisa dua, semua teknik baik miring ataupun V menunjukkan tingkat keberhasilan 90%, karena ada salah satu batang tanaman bagian atas yang berwarna coklat.
Berdasarkan hasil praktikum tersebut teknik grafting dengan persentase keberhasilan tetinggi adalah grafting dengan menggunakan teknik miring. Hal tersebut dikarenakan keserasian bentuk potongan teknik miring yang lebih tepat serta persentuhan kambium lebih luas karena permukaan potongan dibentuk miring atau diagonal hal tersebut membuat kegiatan pertumbuhan kambium dan fisiologis tanaman berlangsung dengan baik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Dalam penyambungan dikenal beberapa cara antara lain adalah Approach Grafting yaitu penyusuan, Inarching yakni penyambungan yang bisa dilakukan pada pohon-pohon tua yang dekat dasarnya dikelilingi oleh tanaman muda, Bridge Grafting yakni penyambungan jaringan rusak, Detached Scion Grafting, pada penyambungan ini salah satu contohnya adalah sambung pucuk. Pada praktikum ini teknik sambung pucuk yang digunakan adalah grafting teknik Miring dan grafting teknik V. Dan teknik Miring adalah teknik yang paling tinggi persentase keberhasilannya.
2. Pengurangan ataupun pengupiran daun berpengaruh karena dapat mengurai proses transpirasi sehingga energi yang dimiliki oleh tanaman bagian atas dapat difokuskan untuk menyambung pada bagian sambungan tanaman, selain itu juga dapat menjaga kelembapan kambium tanaman bagian atas.
3. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain faktor tanaman seperti, hubungan kekerabatan batang atas dan batang bawah, keadaan fisiologi tanaman, keserasian bentuk potongan, persentuhan kambium, kegiatan pertumbuhan kambium, kekuatan akar, sedangkan faktor yang dipengaruhi berdasarkan lingkuangan.

5.2 Saran
            Dalam melakukan praktikum ini diharapkan praktikan memperhatikan pemotongan batang atas maupun batang bawah denagan hati-hati, karena apabila terjadi kesalahan dalam pemotongan maka presentase kebarhasilan penyambunganpun kecil.







DAFTAR PUSTAKA

Adinugraha. 2007. Teknik Pembibitan Dan Perbanyakan Vegetatif Tanaman Hias. Bogor: World Agroforestry Centre.               

Hamid, N. Yusran. 2011. Keberhasilan Okulasi Varietas Jeruk Manis Pada Berbagai Perbandingan Pupuk Kandang. Jurnal Media Litbang Sulteng Vol IV (2) : 97 – 104.

Rahardja, P.C. 2003. Aneka Cara Memperbanyak Tanaman. Surabaya:Agromedia Pustaka.

Saefudin. 2009. Kesiapan Teknologi Sambung Pucuk Dalam Penyediaan Bahan Tanaman Jambu Mete.  Jurnal Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri. Vol. 1(7) : 150 – 155.

Sukendro, Andi. 2010. Study of Vegetative Propagation on Intsia bijuga (Colebr.) O.K. with Grafting. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol. 24(7): 6 – 10.

Tambing, Y. 2008. Keberhasilan Pertautan Sambung Pucuk Pada Mangga Dengan Waktu Penyambungan Dan Panjang Entris Berbeda. Jurnal Agroland. Vol. 15 (4) : 296 – 301.




Lampiran Foto Sambung (Grafting) Teknik Miring Dan Teknik V Pada Tanaman Adenium Merah Dengan Adenium Putih







 








Gambar 1. Hasil Grafting Teknik Miring.










 












Gambar 1. Hasil Sambung Teknik V.



No Response to "LAPORAN PEMBIAKAN VEGETATIF DENGAN CARA PENYAMBUNGAN (GRAFTING)"

Poskan Komentar